Wednesday, February 25, 2015

[Book Review] The Chronicles of Audy: 4R by Orizuka


About Book
 
Book title: The Chronicles of Audy: 4R
Author: Orizuka
Publisher: Penerbit Haru
Category:
Language: Indonesian
ISBN: 9786027742215
Publish date: July 2013
Pages no: 320 pages (paperback)

Started on: 7/2-15
Finished on: 8/2-15
Reviewed late.

Rating: 5/5
 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebisa mungkin, aku menahan diri agar tidak menangis. Namun, air mataku tetap jatuh. Aku baru dua puluh dua tahun. Aku tidak tahu kalau hidupku akan jadi seberat ini. Ini semua gara-gara orangtuaku. Atau mungkin..., ini salahku?
Buku ini mengisahkan Audy, gadis berusia 22 tahun yang merupakan salah satu mahasiswi jurusan Hubungan Internasional yang tidak terolong 'pintar'. Setelah mengulang cukup banyak mata kuliah, akhirnya ia segera menuju kelulusannya. Menulis skripski kemudian mendapatkan gelar. Sayangnya, mendapatkan gelar yang sudah ada di depan mata memang tak mudah. Bukan hanya masalah skripsi saja, ia tertimpa banyak masalah. Mulai dari kedua orangtuanya yang tidak bisa lagi membiayai uang kos dan kuliah Audy (karena terjebak oleh tipuan investasi). Audy tidak mungkin rela melepas gelar tersebut begitu saja. Saat sudah hampir kehilangan harapan, akhirnya Audy memutuskan untuk mencari pekerjaan. Dan satu-satunya pekerjaan yang bisa dilakukannya (berhubung ia tak memiliki keterampilan apapun) adalah menjadi seorang babysitter.

Setelah mendapatkan alamatnya, Audy akhirnya mengunjungi rumah yang membuka lowongan babysitter tersebut. Dan yang ia dapati adalah sebuah rumah tidak terurus yang terlihat angker, terlihat sangat tidak layak. Awalnya ia memang sempat ragu, namun pada akhirnya ia masuk ke rumah itu, karena uang kos dan biaya kuliah yang terus menghantuinya.
Aku sedang bermaksud pergi saat melihat sebuah kotak pos berkarat tepat di samping pintu pagar. Di luar kesadaran, aku menghampiri kotak pos yang juga berwarna merah pudar itu dan mengamatinya. Kotak pos itu memiliki bendera penanda surat masuk yang berdiri di sisi kanan. Di sisi kirinya, terdapat sebuah tulisan tangan dari cat putih yang terlihat samar: 4R.
Aku mengernyit heran. Bukannya nomor rumah, kotak pos ini malah ditulisi sesuatu yang tidak jelas artinya. Aku kembali melirik rumah itu. Entah mengapa, sekarang muncul perasaan aneh yang seperti mendorongku untuk maju dan mengetuk pintunya.

Penghuni rumah yang dipikirkan oleh Audy tentu saja adalah orang-orang yang mengerikan, mengingat bagaimana kondisi rumah tersebut saat itu. Namun yang pertama kali ia temui adalah seorang pria sangat tampan dan baik hati, bernama Regan (anak sulung di keluarga itu). Regan bekerja di sebuah law firm dan kemudian mewajibkan Audy untuk menandatangani kontrak yang menjebak Audy dengan penawaran 'gaji di muka'. Dan, bayi yang akan diurus Audy bukanlah seperti yang ada ia bayangkan.

Bayi yang harus diurusnya adalah Rafael, anak bungsu dari empat bersaudara, yang berusia 4,5 tahun. Otak dan kepribadian yang sangat tidak sesuai dengan umurnya. Aktif luar biasa, jenius, pemikiran yang sama sekali berbeda dengan anak-anak seumurannya.

Kemudian Audy bertemu dengan Romeo, anak ke-2, seusia dengan Audy. Sangat malas, jarang mandi, dan berketombe. Namun meskipun begitu, ia tetap juga sangat tampan.

Yang terakhir, Audy bertemu dengan Rex. Anak ke-3, berumur 17 tahun. Meskipun masih berseragam putih abu-abu, namun sangat cerdas dan memiliki pemikiran yang berbeda dengan anak-anak seumurannya, juga menyikapi segala sesuatu dengan lebih dewasa. Tidak terbuka dengan orang lain, berlaku seperti robot.

Audy tidak hanya bekerja sebagai 'baby'sitter. Ia juga harus mengurus semua pekerjaan rumah, seperti yang sudah tercantum di kontrak yang sudah ditandatangani sendiri oleh Audy (namun tentu saja Audy tidak membaca bagian itu). Mengurus pekerjaan rumah itu awalnya menyulitkan bagi Audy, namun lama- kelamaan, hal itu menjadi kebiasaan baru baginya. She used to it.

Audy terbiasa menghabiskan waktu bersama dengan keempat bersaudara tersebut.


picture edited by me. image source from google.
Waktu buku ini keluar, sebenernya udah tertarik banget buat beli. Tapi aku malah dengan sabarnya nunggu seri ke-2 nya terbit. Dan setelah The Chronicles of Audy: 21 nya terbit, aku juga ngga langsung beli kedua buku ini. Entah kenapa... seakan terhalang. Akhirnya pas beli, mulai baca. Aku sebenernya ngga nyangka kalo isinya bakal ke Indonesia-an banget. Tapi tetap sangat menarik dan memuaskan. Selesai baca buku ini pun, aku langsung lanjut ke seri ke-2 nya.

Buku ini alurnya ngga mainstream, juga sama sekali ngga membosankan. Aku sangat terbawa suasana waktu baca buku ini. Adegan sedih atau mengharukan, adegan bahagia atau lucu, setiap feel nya dapet banget. Dan lagi, ini ceritanya kekeluargaan, jadi terasa beda banget. Mungkin setelah keseringan baca novel yang bergenre romance, pas baca buku ini makin puas. Bener-bener enjoyable dibacanya, dari setiap kata dan kalimatnya.

Dan lagi, buku ini menggunakan sudut pandang (point of view) orang pertama, Audy. Jadi jelas sekali apa yang Audy pikirkan, apa yang Audy rasakan. Setiap tokoh juga ada karakteristiknya masing-masing yang bisa bikin jatuh cinta sama setiap karakternya.

Overall, 5/5 untuk buku ini.
Baca kisah Audy langsung di The Chronicles of Audy: 4R dan The Chronicles of Audy: 21. 

 ❥mireldaindriani